SEKRETARIAT UPPKH PROVINSI JAWA TIMUR

OFFICIAL WEBSITE SEKRETARIAT UNIT PELAKSANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (UPPKH) PROVINSI JAWA TIMUR

Bangkalan

Bangk1Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi pada bulan Juli 2009 di Kabupaten Bangkalan dilaksanakan pada SMPN 2 Kecamatan Kwanyar diperoleh informasi dari sekolah pada prinsipnya kepala sekolah tahu soal PKH namun tidak secara detail, yang paling mengetahui adalah seorang guru tidak tetap dan guru BP setelah ditelusuri ternyata mereka termasuk pendamping.
Diperoleh informasi juga bahwasannya kantor pos Kec. Labeng telah menerima formulir verifikasi dan menyerahkan langsung kepada Faskes , Fasdik untuk diisi, hubungan baik yang selama ini terjalin dengan PT Pos dan sekretariat UPPKH Kecamatan sangatlah penting karena kantor Pos merupakan mitra kerja UPPKH di daerah.

Pada Fasilitas Kesehatan Pengurus UPPKH Provinsi Jawa Timur berkunjung ke Puskesmas Kec. Glagah , “dokter pada prinsipnya siap membantu dan tahu apa yang harus diberikan kepada RTSM” kata salah seorang dokter yang turut mendukung Program Keluarga Harapan ini, sedangkan pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Arosbaya Bangkalan pada prinsipnya siap menerima RTSM peserta PKH, hanya permasalahan dari kedua Puskesmas tersebut jika RTSM membutuhkan tindakan lanjut /rujukan ke rumah sakit seperti RS. Dr. Sutomo Surabaya, Puskesmas tidak bisa membantu…., karena Puskesmas hanya bisa membantu sebatas rujukan ke Rumah Sakit Umum daerah saja.

Selanjutnya pada Fasilitas Pendidikan terkadang menemui kendala pada saat Sekolah sudah menerima formulir verifikasi, tetapi petugas yang menangani belum dapat mengisi formulir tersebut dikarenakan sesuatu hal, sehingga dalam pengisian formulir verifikasi ini adalah pendamping PKH yang secara kebetulan menjadi guru disekolah SD Tambegan, Kec. Arosbaya, Bangkalan tersebut.

Bangk2Sedangkan pada SMPN 2 Kwanyar Bangkalan Formulir verifikasi sudah diterima (April s/d Juli ) , setelah diisi oleh pendamping (pendamping merangkap guru BP) lalu dikirim ke kantor pos. Ada 2 orang pendamping yang kebetulan bekerja di sekolah tersebut yaitu :
Anak –anak RTSM bebas biaya sama sekali , guru mengolah semua bantuan dari pemerintah agar tidak memberatkan lagi siswa RTSM. Lokasi sekolah cukup jauh dari keramaian, dan banyak siswa yang bersekolah di SMP kebanyakan berasal dari keluarga tidak mampu. SMP ini merupakan sekolah baru , baru ada satu angkatan. Seperti diketahui bersama bahwa anak yang mendapat program PKH ini tidak dipungut biaya sekolah jadi mereka bebas dari seluruh biaya baik itu untuk ekstra kulikuler ataupun biaya untuk pembelian buku-buku lainnya.

Pada Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi ini masih adanya beberapa kendala baik pada Fasilitas Kesehatan maupun Fasilitas Pendidikan dalam pelaksanaannya, tentunya sosialisasi tentang pemahaman adanya Program Keluarga Harapan sangatlah diperlukan khususnya pada petugas yang menangani pada bidang Fasilitas Kesehatan dan Fasilitas Pendidikan ini, agar dapat lebih memahami akan apa yang seharusnya dilakukan dalam rangka penanganan para RTSM ini.